KTP sebagai kartu pemilih pada Pemilihan Umum 2009Departemen Dalam Negeri (Depdagri) memperkirakan penggunaan kartu tanda penduduk (KTP) sebagai pengganti kartu pemilih dalam pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) sudah siap mulai tahun 2008. "Kalau sudah ada dukungan dananya, 2008 kita akan mulai," kata Menteri Dalam Negeri Mardiyanto di Jakarta, Kamis.
Mardiyanto mengatakan penggunaan KTP sebagai kartu pemilih bisa dilakukan setelah seluruh proses pengumpulan data kependudukan selesai. Saat ini, pihaknya tengah mempersiapkan data kependudukan sebagai penentu jumlah pemilih di masing-masing provinsi. Depdagri menetapkan April 2008 sebagai batas akhir penyerahan data kependudukan untuk Pemilu 2009 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Pada Februari 2008 pemerintah kabupaten/kota dijadwalkan menyerahkan data penduduk ke provinsi untuk diolah. Kemudian pada bulan Maret 2008, pemerintah provinsi menyerahkan data penduduk itu ke Depdagri. Mendagri menegaskan pihaknya sependapat perlunya penyederhanaan anggaran pemilu dan tidak terlalu banyak administrasi yang membebani masyarakat. Sebelumnya, di rumah Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mardiyanto menyatakan bahwa pemerintah dan pimpinan partai politik sepakat menggunakan KTP sebagai kartu pemilih pada Pemilihan Umum 2009.
Begitu juga anggota KPU, Andi Nurpati, mengemukakan saat ini pihaknya sedang mewacanakan penggunaan KTP sebagai pengganti kartu pemilih pada pelaksanaan Pemilu 2009. Langkah itu, sebagai salah satu langkah positif dalam menghemat anggaran pemilu.
Pangdam I/BB, buka Latma Safkar IndoPura ke-20 di P.Siantar
Pematangsiantar (SIB).
Pangdam I/BB Mayjen TNI Markus Kusnowo didampingi Panglima Divisi 3 Angkatan Darat Singapura Brigadir Jenderal Tan Chuan Jin secara resmi membuka kegiatan latihan bersama (Latma) Safkar Indopura Ke-20, Kamis (23/10) di Lapangan Rindam I/BB Pematangsiantar. Bertindak sebagai komandan upacara Danyonif Raider 100 Letkol Inf Handoko Nurseta.
Diawal amanatnya Markus Kusnowo mengucapkan selamat datang kepada tentara Negara Singapura dan seluruh peserta Latma Indopura ke 20 dengan harapan keindahan dan suasana alam untuk latihan semakin menambah kematangan persahaban kedua negara. Latma Indonesia Singapura ke 20 tahun 2008 merupakan kegiatan yang terus dilakukan secara bergantian untuk meningkatkan persahabatan kedua negara dan tahun ini kehormatan diberikan kepada Kodam I/BB sebagai tuan rumah.
“Semoga kepercayaan yang diberi pimpinan menjadi motivasi dan inspirasi bagi prajurit Kodam I/BB baik sebagai pelaku maupun pendukung dalam Latma ini. Tingkatkan terus displin dan loyalitas dilandasi semangat yang tinggi kalian akan mampu memberikan yang terbaik bagi satuan. Latma ini merupakan kerjasama di bidang militer kedua Negara untuk bertukar pengalaman dalam menerapkan doktrin, taktik dan teknik bertempur” kata Markus Kusnowo.
Diharapkan usai melakukan latihan akan menambah wawasan dan ilmu pengetahuan sebagai bahan evaluasi dan mengukur tingkat profesionalisme prajurit di masing-masing negara. Kepada peserta agar memanfaatkan materi latihan seefektif mungkin sehingga dapat diaplikasikan sesuai tataran tugas menuju proporsionalitas dan profesionalisme.
Sementara itu Panglima Divisi Tentara Singapura Brigjen Tan Chuan JIN mengatakan Latma ini merupakan satu bentuk solidaritas dan persahabatan angkatan darat kedua Negara. “Ini juga menghubungkan semangat kepercayaan, kebersamaan, dan saling pengertian antar pasukan kedua negara selama 20 tahun Sebelum pembukaan secara resmi, dilakukan penyematan tanda peserta, penyerahan obor dan laporan dari Komandan Latihan oleh Asisten Operasi Kasdam I/BB Kolonel Inf Dinarko Sugihantio.
Hadir dalam upacara latihan bersama Danrem 022/PT Kol Arm Agus Sularso, Danrindam I/BB Kol Inf Ali Imron Kadir, Para Asisten jajaran Kodam I/BB, para Dandim, Disjan, Kasi, Danyon 122/TS Letkol Inf Hartono, Kapolres Simalungun AKBP Rudi Hartono, Kapolresta P Siantar AKBP Andreas Kusmaedi, Dandim 0201/BS Letkol Kav Yotanabeh AM MDS selaku Koordinator latihan Diskusi Profesional dan Cross Training (latihan silang).
Sementara itu Kapendam I/BB LEtkol Caj Drs H Asren Nasution MA didampingi Kasi Pen Um Mayor Subandi mengatakan, latihan ini melibatkan 847 prajurit terdiri dari 374 pasukan inti yonif 100 raider, 270 prajurit pendukung dan 202 pasukan dari Singapura. Kegiatan latihan bersama dilaksanakan sejak 23 hingga 30 Oktober di dua tempat yaitu Rindam I/BB dan Puslatpur Aek Natolu Tobasa.
Dalam rangkaian kegiatan Latma Indopura, juga akan dilakukan bakti TNI di sekitar lokasi latihan berupa pengobatan gratis kepada 500-600 masyarakat di Puskesmas Lumban Julu, Pembuatan sarana air bersih untuk 40 KK, melakukan bedah rumah milik warga menjadi layak huni serta wisata di Danau Toba. Penutupan kegiatan Latma Safkar Indopura ke-20, direncanakan akan dihadiri Kepala Staf Angkatan Darat kedua negara, tandas Letkol CAJ Asren Nasution.(S21/g)
Yudhoyono dan Megawati Akan Bersaing Ketat di Pilpres 2009 

Saya menilai pada pemilihan presiden (Pilpres) 2009, Megawati Soekarnoputri (Mega) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diperkirakan akan bersaing ketat dalam pilpres tersebut. "Kalau semua yang maju di `pacuan` 2009 adalah `kuda tua` seperti SBY, Wiranto, Akbar Tandjung, Megawati, Amien Rais, dan Gus Dur, maka peluang terbesar tetap ada di tangan Mega dan SBY," .
Saya memberi alasan mengapa Mega atau SBY yang hanya bersaing ketat. Pertama, walau prestasinya kurang memuaskan, SBY tetap memiliki basis pemilih yakni pemilih pada pemilu 2004, minus mereka yang kecewa karena gagalnya kinerja pemerintah. Saya menilai, di antara pemain tua yang ada, Mega dan SBY yang massanya lebih besar secara ideologis dan obyektif. Sedangkan alasan ketiga, walau Mega dianggap gagal dulu, tapi 2009 adalah pertandingan baru,kalau ada perbaikan dalam model kampanye, manajemen ditata lagi dengan menghadirkan ahli-ahli komunikasi politik, Mega berpeluang besar dengan catatan tidak ada figur baru yang menonjol.Namun, terlepas dari semua itu, kepemimpinan nasional 2009 memerlukan kriteria figur sebagai berikut. Pertama, integritas politik yang baik. Kedua, figur nasionalis yang tentunya diusung oleh partai nasionalis juga, tidak peduli partai kecil atau besar. Ketiga, bekerja dengan hati.
Selama ini, politik di Indonesia bangkrut karena pemimpin tidak punya hati, dan lebih menonjolkan kepentingan partai ketimbang kepentingan rakyat. Bahkan, ada juga yang lebih penting menjaga hubungan politik daripada nasib rakyat.Itu yang terjadi dengan kasus Lapindo, impor beras, kasus Iran, dan lainnya. Isu kepemimpinan nasional telah dilempar oleh PDIP ketika Rakernas II dan Rakornas PDIP (8-10 Sept 2007) lalu, dengan melalui merekomendasikan pencalonan Megawati menjadi presiden pada Pemilu 2009. Rekomendasi tersebut merupakan satu dari 22 rekomendasi yang dihasilkan musyawarah PDIP. Meski kalangan istana mengatakan tidak terpengaruh dengan pencalonan Mega, ia menilai SBY sendiri resah tentang kesediaan Mega menjadi capres 2009, karena Mega saingan terberatnya pada Pemilu 2004. Jika kepemimpinan SBY tidak lebih baik dari Megawati dulu, SBY bisa tergusur di 2009.
detikFinanceJakarta - Pemerintah sedang mengkaji kemungkinan penurunan harga BBM dalam negeri terkait penurunan harga minyak mentah dunia yang kini mencapai level US$ 60 per barel.
Hal tersebut disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di sela-sela peringatan Hari Listrik ke-63 di Gedung PLN Pusat, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Minggu (26/10/2008).
"Pemerintah sedang mengkaji dan meng-exercise penurunan harga BBM terkait anjloknya harga minyak dunia. Namun masih kita cermati terus berapa dampak penurunan ini terhadap ICP Indonesia," ujarnya.
Namun menurut Purnomo dampak penurunan minyak itu kut menurunkan proyeksi pendapatan Indonesia dalam APBN dan pemerintah juga harus melihat berapa kontribusi penurunan harga minyak dunia terhadap harga ICP.
"Karena misalkan Premium harga di ritel Rp 6.000, nah dampak dari penurunan harga minyak dunia itu akan kita lihat apakah bisa kita turunkan Premium dari posisi Rp 6.000, masih kita exercise terus," ujarnya.
Harga BBM terakhir dinaikkan pemerintah pada 24 Mei 2008. Harga Premium dinaikkan menjadi Rp 6.000 per liter, solar Rp Rp 5.500 per liter dan minyak tanah Rp 2.500 per liter.